Anda berada di halaman yang tepat..

Dibawah adalah list dari tulisan-tulisan kami..

Semoga mampu menjawab keraguan anda tentang ISLAM…

Jika anda Seorang Yahudi atau NASRANI…Jangan sungkan untuk meminta petunjukNya ditengah pekat gulita malam…

Jika anda seorang non Yahudi Nasrani dan berminat untuk mempelajari ISLAM..

Semoga ada artikel yang bisa membuka mata hati anda akan kebenaran wahyu dari Pencipta Langit dan Bumi….ALQURAN

Tafsir Alkitab Yoh 8 (Yohanes 8): Mengapa Yesus tidak menghukum mati Pezina?

Islam dalam Alkitab: Hukuman mati dirajam bagi Murtadin dalam ALKITAB

Islam dalam ALKITAB :Wudhu para Nabi dalam ALKITAB

Belajar Alkitab : Benarkah terdapat Ayat Sisipan dalam Markus 16 menurut Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus ?

Antara Bait Suci, Bait Kudus, Bait Mikdas, Baitul Maqdis, Masjidil Aqsha…dan Nubuat Maleakhi 3:1 dan Nubuat Yesus dalam Lukas 19:44 tentang Isra’ Mikraj

Kidung Agung 5:16 Muhammad dalam ALKITAB..Mahamadim atau Muhamadim?..Machmad atau Mahmad?

Benarlah Masjidil Haram 40 tahun sebelum Masjidil Aqsha…Batu Yakub dibawah Qubbatus Sakhrah…Dome of Rock

Tafsir Nubuatan Pewaris Kerajaan Surga dalam Matius 21:43 dan Matius 20:16

Islam dalam AlKitab: Kaum Muslimin Teguh dengan Perintah Tuhan Memelihara Kebiasaan Para Nabi Memelihara Jenggot

Al Qur’an sebagai Penyempurna Kitab Suci Terdahulu

Membantah Tafsir ALKITAB Yoh 8:58 Yohannes 8:58 akulah-i-am-ani-hu-ego-eimi

ALLAH bersumpah dengan DiriNya Sendiri dalam ALKITAB dan dalam Al Ma’arij QS 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa

Soteriologi Salib Bukanlah Jalan Keselamatan menurut Yesus

Perjalanan Bapa Abraham/ Nabi Ibrahim ke Tanah Arab dalam ALKITAB

Surat terbuka kepada Pendeta Messianik Yahudi – Pdt. Teguh Hindarto, MTH

Belajar Alkitab : Yesus, apakah “Tuan” atau “Tuhan”?

Transkrip Maryam saudara Harun dan Imran ayah Maryam

Transkrip Kebingungan Japdanil dalam mengutip ALQUR’AN

Kebingungan seorang Trinitarian….

Apocalypse of Peter..Kesaksian Petrus bahwa Nabi Yesus Tidak Disalib

Jika anda menuduh AlQuran Plagiat…

Poligami dalam ALKITAB

Go Green, Sebuah Amal Jariyah

Transkrip dakwah tentang Nubuat Mazmur 91 tentang Penyelamatan Yesus dari Penyaliban

Transkrip dakwah tentang Mesias…Elia….dan….NABI ITU!!!

Dimana ALLAH Tuhanmu?

Transkrip dakwah dengan Japdaniels tentang Hukum Utama YESUS

Transkrip dakwah kepada C man tentang Sejarah Malam Penyaliban

PENAMPAKAN YESUS.

Bagaimana ALKITAB INDONESIA di salahterjemahkan oleh LAI demi KETUHANAN seorang NABI?

Kiasan Anak Tuhan…

Bagaimana YHWH dibaca? Surat Terbuka untuk Fundamentalis Yudeo Christianity..

Nubuatan Daniel 2 tentang Kerajaan Yang Meruntuhkan Kerajaan Romawi

Maaf, Nabi Yesus bukan untukmu..

Rumus KETUHANAN YESUS

Ucapan INSYA ALLAH dalam ALKITAB

Menjawab KERAGUAN ANDA..

TAUHID inti ajaran para NABI dalam ALKITAB

Nama ALLAH dalam ALKITAB

Ibadah Haji dan Nubuwat Perubahan Kiblat dalam ALKITAB

Transkrip dakwah kepada Blackmycolor tentang SHOLAT

Nubuatan Nabi Daniel TENTANG ISLAM

TRANSKRIP dakwah untuk acong_medan

Transkrip dakwah kepada Batak_man alias stone_z

TRANSKRIP DAKWAH kepada Bruno Shark…

TRANSKRIP dakwah kedua kepada HEzz Elz

TRANSKRIP DAKWAH kedua dengan Hezz_elz -

Transkrip chat dakwah kepada Hezz_Elz

Transkrip dakwah Chat kepada Nasrani CHIKA_MELCHAN

Daftar 4 Injil Kanonik dan 41 Injil non-Kanonik

Yesus Hanya Untuk Orang Israel

Transkrip dakwah kedua kepada PASAL.34

Transkrip dakwah chat kepada PASAL.34 tentang sejarah ALKITAB

Transkrip dakwah kepada MOCANA BLTZ tentang tafsir Kaaf Haa Yaa Ain Shaad

ARIUS DAN KAISAR KONSTANTIN

Nubuatan datangnya ISLAM dalam KITAB DANIEL 7

YESUS YANG BERDOA

Siapakah Nabi seperti MUSA?

Hello world!

Posted: 28 Juni 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Terdapat sebuah kisah yang dinisbahkan terjadi dalam Alkitab, bahwa pada suatu hari orang Yahudi berkesempatan mendapatkan satu momentum untuk menyerahkan Yesus kepada pengadilan Romawi untuk disalib.

Kejadian ini berlangsung ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Ahli-ahli Taurat dan Farisi mencari Yesus ketika beliau dikerumuni orang banyak. Niat mereka adalah untuk mencobai/menjebak Yesus dan membuat beliau bersalah dihadapan pemimpin-pemimpin termasuk pemimpin dalam pemerintahan sipil (Romawi). Pokok pencobaan itu dasarnya adalah bagaimana Yesus memandang Taurat Musa.

Para pemimpin agama itu mencari kasus yang kira-kira mencolok mata, apakah Yesus akan mempersalahkan perempuan yang berzinah dan membiarkan ia dihukum rajam sesuai ketentuan Taurat. Tetapi apabila Yesus berbuat demikian, maka Yesus akan dipersalahkan oleh penguasa sipil (Romawi). Sebab penguasa sipil Romawi tidak akan membiarkan hukuman itu terjadi, karena hukuman semacam ini tidak terdapat pada hukum-hukum sipil Romawi. Jadi kasus semacam ini dirasa cukup oleh pemimpin agama itu, apakah Yesus akan mengelak keputusan penghukuman dan membiarkan dosa yang diperbuat perempuan itu.

Mereka menempatkan Yesus sebagai hakim atas kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh perempuan yang berzinah tersebut. Kendati hal itu mereka lakukan dengan maksud untuk mencobai Yesus (ayat 6a), namun alasan yang mereka ajukan begitu sangat serius, yakni perbedaan 2 hukum (hukum agama dan hukum sipil).

Jika menuruti hukum Taurat Musa, perempuan yang demikian harus dihakimi – dihukum mati dengan cara dilempari dengan batu sampai mati (ayat 5, bdk. Imamat 20:10; Ulangan 22:22-24). Meski hal ini jelas merupakan tipe “penghakiman massa”. Penghakiman dalam konteks demikian tidak hanya dilakukan sebagai reaksi spontan atas tindak kejahatan dan dosa perzinahan tetapi juga semakin menemukan motifnya yang suci yakni sebagai usaha pembelaan atas tegaknya hukum Taurat.

Dengan kata lain, melempari si pendosa itu dengan batu sampai mati adalah suatu kebenaran menurut hukum. Tetapi pada masa itu hal semacam ini tidak sesuai hukum sipil Romawi. Jika hal ini dilakukan maka mudharat akan lebih besar .

Sang Nabi mengerti maksud mereka adalah untuk membenturkan beliau dengan penguasa Romawi, sehingga peristiwa Syahidnya Nabi Yahya atau Yohanes ditangan kejam Herodes Penguasa Yahudi wakil Romawi akan terulang pada diri beliau..

Berikut kisahnya :

Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar sang Nabi berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada beliau. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada beliau seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai beliau, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan beliau. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari beliau di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada beliau, beliau pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8:8 Lalu belaiu membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Kisah ini biasanya dipakai para pengikut Nasrani sekte Paul untuk menjustifikasi bahwa Yesus datang untuk menghapus hukum Taurat..

Bahkan kami menjawab,

Nabi Isa Al Masih atau dalam lidah bahasa Yunani dibahasakan menjadi Nabi Yesus Kristus, tidak pernah permissive terhadap pelanggaran dosa. Beliau sang Nabi sangat terkenal akan kegigihannya membela Hukum ALLAH. Bahkan beliau mencela para Yahudi yang tidak bersedia menegakkan Hukum ALLAH dengan melakukan hukum rajam kepada anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya, simak Perihal kemarahan sang Nabi kepada para Yahudi yang enggan melakukan hukum rajam dalam Matius 15

15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

Maka ketika disodorkan kisah Yesus tidak mau merajam wanita pezina, maka kami menjawab,

Kisah ini justru sebagai bukti bahwa Yesus sangat taat kepada Hukum Taurat dan prosedur hukumnya.
Sekalipun beliau tahu perempuan itu memang bersalah, tapi beliau tidak mau melangkahi prosedur-prosedur hukuman mati yang ditetapkan Hukum Taurat

Ketentuan Taurat tentang hukuman mati bagi pezina:

*Imamat 20.10
“Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.”

* Ulangan 17:2
“Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

* Ulangan 17:3
dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

* Ulangan 17:4
dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

* Ulangan 17:5
maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

* Ulangan 17:6
Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.

Fakta dalam kasus ini adalah:

1. Dalam kisah Yesus dan Perempuan berzinah tidak ada satupun diantara penuduh yang berani maju jadi saksi.

2. Yang hendak dirajam hanya perempuan itu saja, sementara laki-lakinya tidak tahu ada dimana.

3. Dalam tatanan ibadah Yahudi waktu itu, Yesus tidak menjabat sebagai Imam ataupun seorang Lewi sehingga beliau tidak dapat menjadi Hakim, singkatnya kasus ini dibawa oleh gerombolan Yahudi kepada seseorang yang tidak menjabat sebagai ‘Sanhedrin (Hakim Agama)’.

4. Perajaman tidak hendak dilakukan di luar pintu gerbang.

Padahal dalam tatanan Yahudi waktu itu, Yesus bukanlah seorang Hakim dan tidak dapat menjadi menjabat sebagai Hakim :

Reff :

* Ulangan 17:9
haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim.

dan lagi

* Ulangan 17:7
Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”

Maka, kita bisa pahami bahwa yang harus merajam pertama ialah saksi mata dari perzinahan tersebut.

Kesimpulan:

1. Menurut Hukum Taurat : perempuan berzinah itu tidak boleh dihukum mati karena tidak terpenuhinya ‘SYARAT2′ yang ditentukan Taurat

2. Kalau Yesus menghukum/ merajam perempuan itu, berarti beliaulah yang melanggar Hukum Taurat

ALLAH telah berfirman dalam AlMaidah 45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Kemudian ALLAH terangkan kedatangan Sang Nabi pada ayat selanjutnya

46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Dan Kemudian ALLAH perintahkan kepada para Pewaris Injil pengikut Nabiullah Isa untuk beriman kepada Ketetapan ALLAH yang diberikan kepada NabiNya Isa AlMasih

47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik

Dan pada ayat selanjutnya ALLAH kabarkan bahwa ALLAH telah menurunkan HukumNya yang terakhir sebagai UNDANG-UNDANG bagi seluruh manusia PEWARIS KTAB TERDAHULU maupun manusia yang tidak mewarisi KITAB dariNya…

48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu

Karena itulah kesalahpahaman sebagian pengikut beliau bahwa Nabi Isa menghapus hukum Taurat insya ALLAH bisa diklarifikasi dalam catatan ini..

Matius 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Salahsatu ucapan beliau bahwa beliau tidak menghapus hukum Taurat adalah “persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”(Lukas 5:14)

Bahkan Sang Nabi memerintahkan para pengikut beliau untuk beribadah jauh melebihi ibadah kaum Farisi dan Saduki dimana ibadah mereka hanya sampai pada tataran formalitas sementara hati mereka jauh dari ruh ibadah

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Yoh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (jasmani);

ALLAH telah mengabarkan bahwa Yahudi terperangkap dalam lembah FORMALITAS jauh dari ibadah yang diperintahkan ALLAH

Mat 15
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Akan tetapi sangat disayangkan, Taurat tidak dilakukan dengan konsekuen oleh para pengikut Mesias dihari ini…

Bahkan jangankan pengikut Sang Nabi mesias…Penentang Sang Nabipun sampai hari ini enggan untuk melaksanaka perintah Taurat mereka..Yahudi

Ini salah satu hukum Taurat ALLAH yang diabaikan oleh kaum Yahudi dari sejak Zaman Nabi Isa sampai hari ini..

Keluaran 21:12. “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.

Imamat 24:17 Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati.

Ulangan 19:21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”

Karena penentangan inilah tidak heran jika KELAK pada Hari Penghakiman, mereka yang abai terhadap hukum ALLAH akan mendapatkan kekecewaan ketika Yesus Kristus mengusir mereka dari hadapan beliau..

Beliau marah ketika para pengikut beliau yang telah bersusah capai mengabarkan Pekabaran Keselamatan ternyata malah menyandarkan keselamatan HANYA di mulut tanpa PERIBADATAN DENGAN IBADAH YANG BENAR KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM…

Matius 7

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Maka kedatangan ISLAM adalah penggenapan dari Nubuat Yesus Kristus alian Nabi Isa Alaihissalam dalam sebuah kalimat yang singkat tapi padat ,

Mat 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Terbukti, sampai hari ini….Bangsa-bangsa kaum Muslimin menjalankan dengan teguh perintah-perintah Tuhan yang Tuhan bebankan kepada mereka…

Inilah makna ISLAM…

Tunduk Patuh terhadap KEHENDAK TUHAN SEMESTA ALAM

Benarkah hukuman mati bagi orang yang murtad dari agamanya hanya monopoli hukum Islam?

Simak perintah Tuhan kepada Musa dalam Kitab Perjanjian Lama kaum Nasrani…Tanakh Yahudi..

Hukum RAJAM bagi yang murtad..

Ulangan 17:2 “Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

17:3 dan yang pergi beribadah kepada ALLAH LAIN dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

17:4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

17:6 Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.

17:7 Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”

Cukup sampai disitu?

Belum..Dalam ALKITAB ribuan tahun sebelum datangnya Islam di tanah Ismael, Tuhan kepada Nabi Musa pun memerintahkan hukum mati hukum rajam bagi para pewarta kabar kemusyrikan…Para misionaris trinitas termasuk dalam hal ini, bahkan kepada karib kerabat sendiri….

Ulangan 13:6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,

13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.

13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu

Karena itu janganlah anda heran dan enggan beriman jika Nabi terakhir utusan Tuhan Semesta Alam menghidupkan perintah ALLAH yang Esa ribuan tahun sebelumnya untuk menghukum mati bagi para pelaku riddah..Murtad

َ“Sesiapa yang menukar agamanya, maka bunuhlah dia”(Sahih: Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadis no: 6922 (Kitab Istitabah al-Murtaddin… Bab hukum lelaki yang murtad dan wanita yang murtad).

Demikian juga bagi para pewarta kabar kemusyrikan dan kemurtadan

“Tidak dihalalkan darah seorang muslim yang bersaksi bahawasanya tiada tuhan selain Allah dan bahawasanya Muhammad adalah Rasulullah melainkan salah satu dari tiga perkara:

1. Seorang yang berzina setelah dia menjaga kehormatannya dengan perkahwinan, maka sesungguhnya dia direjam,

2. Seorang yang keluar (dari Islam dan jamaah, lalu) memerangi Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia dibunuh atau disalib atau dibuang negeri dan

3. Seorang yang membunuh satu jiwa, maka dia dibunuh sebagai hukum timbal balik”
(Sahih: Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Sunannya dan ia dinilai sahih oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud, hadis no: 4353 (Kitab al-Hudud, Bab hukuman bagi orang yang murtad).

ALLAH Tuhan Yang Maha Esa nan Maha Tinggi Pencipta Alam Semesta memerintahkan kaum Muslimin untuk membasuh anggota tubuh sebelum berdoa beribadah kepadaNya..

ALMAIDAH 6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak berdiri mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah

Demikian pula Nabi-Nabi ALKITAB pun melakukan ritual yang sama ribuan tahun sebelumnya..

Nabi Musa melakukan ritual wudhu ini sebelum memasuki Kemah tempat Tabut Suci diletakkan

Keluaran 40

40:30 Ditempatkannyalah bejana pembasuhan di antara Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu ditaruhnyalah air ke dalamnya untuk pembasuhan.

40:31 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.

40:32 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Demikian juga Harun saudara Musa..

Keluaran 30:19 Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.

Raja Daud pun berwudhu membasuh tangan dan kaki untuk menyucikan diri sebelum beribadah kepada Tuhan….

Mazmur 26:6. Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah..

Ada perbedaan yang kami catat sebagai keistimewaan dalam syariat Islam yang sempurna, ALLAH memerintahkan kaum Muslimin untuk membasuh wajah..dan kami belum mendapatkan dalam syariat terdahulu

Wallahu a’lam bish shawab

wudhu

Jika anda bertanya, kalau sebelum peristiwa Isra Mi’raj sudah ada Masjid AlAqsha, siapakah yang mendirikan shalat di situ dan mereka memakai cara apa, jawabnya adalah:

Al Isra’ 1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam membahas makna kata Masjid Al-Haram dan Masjid al-Aqsha yang tercantum dalam Surah Al-Isra’ 1, hendaknya persepsi kita tidak membayangkan wujud bangunan masjid yang kita kenal saat ini. Yang dimaksud MASJID dalam konteks itu adalah Baitullah/Bait El. Artinya, Masjid Al-Haram adalah Baitullah/Bait-el di Mekah dan Masjid Al-Aqsha adalah Baitullah/Bait-el di Yerusalem.

Jika kita membuka Torah (Kitab Taurat) bagian Eleh Syemot (Keluaran) pasal 20 ayat 26,

20:26 Juga jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya.

Maka kita akan beroleh keterangan bahwa Baitullah/Bait-El atau Mezbah Persembahan bagi Allah (sesuai dengan petunjuk Allah sendiri) harus dibangun dari tanah atau batu yang tidak dipahat, dan membangunnya tidak boleh memakai tangga. Karena itulah, Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim alaihissalam saat membangun Bait Allah di Bakkah Makkah tidak menggunakan tangga melainkan batu tumpuan yang hari ini masih dapat kita saksikan terletak dekat dengan posisi Kabah sebagai Maqam Ibrahim.

Dari petunjuk Kitab Torah di atas, jelas bahwa Baitullah di Yerusalem hari ini adalah Bait Suci atau Bait Kudus yang ada sejak zaman Yakub.

Kejadian 28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi Bait Elohim (rumah Allah)

Bait Kudus yang fondasinya didirikan Nabi Yakub inilah Masjidil Aqsha yang dimaksud sudah ada jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad sholallahu alaihi wassalam pada malam beliau diperjalankan Tuhan ke Yerusalem.

Pada zaman Bapa Abraham/ Nabi Ibrahim, Ka’bah selain dipakai sebagai ibadah tawaf, berdiri, rukuk, dan sujud (QS. Al-Hajj: 26, 30), juga dipakai untuk menyembelih hewan kurban (QS. Al-Hajj: 33). Cara beribadah seperti di Bait Allah di Bakkah Makkah juga dilakukan oleh keturunan Nabi Ibrahim dari Bani Israel, di mana Nabi Musa dan nabi-nabi sesudahnya jika beribadah digambarkan berdiri (‘amad), berlutut (kara’/ ruku’), dan sujud menyembah (hisy tahaweh) (Eleh Syemot/Keluaran. 24:1 Wayyiqra/Imamat.9:5 Tehillim/Mazmur.134:1-2 1 Melakim/ Raja-raja.8:14 Yesyayahu/Yesayah.45: 3 Ezra.9:5 Yehosyua/ Yusak.5:14 Yermeyahu/Yeremiah.26:20.

Dalam Islam dikenal hari raya haji yang berpuncak pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan Bani Israel mengenal hari raya Hag (Arab = Hajj) yang berpuncak pada tanggal 10 bulan Tishri yang dilakukan dengan berpuasa dan menyembelih kurban. Upacara penyembelihan kurban itu kadang disebut Zabah (Arab=Dzabah) atau menyembelih (Eleh Syemot/Keluaran.20:24) tetapi sering juga disebut sebagai Korbanot (Arab = Qurban) yang berarti mendekatkan (Wayyiqra/Imanat.7:9 Bemidbar/Bilangan.28:11).

Jadi, yang dimaksud Quran sebagai Masjid Al-Aqsha adalah Baitullah/Bait-El yang dikenal hari ini dengan Baitul Maqdis. Di situlah para nabi sejak Daud sampai Sulaiman dan penerusnya berdiri, rukuk, sujud berdoa. Sampai saat ini tembok Baitullah/Bait-El di Yerusalem itu masih dijadikan tembok ratapan.

Mengenai pemindahan kiblat umat Islam dari Baitullah/Bait-El di Yerusalem ke Baitullah/Bait-El di Makkah, kita semua sudah mafhum. Karena itu, dari persoalan ini dapat disimpulkan bahwa ibadah salat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tidak berbeda dengan ibadah salat yang diajarkan oleh nabi-nabi sebelum beliau, karena Islam sendiri bukan agama baru, melainkan kelanjutan dari agama monoteisme-eskatologis yang pernah disampaikan Nabi Noah, Nabi Abraham, Nabi Musa, dan Nabi Yesus (QS. Asy-Syura: 13).Bait Sucimaqom ibrahim

Dengan sangat menyesal kami harus berterusterang kepada anda..

Bahwasanya..

Ayat yang anda sodorkan kepada kami Markus 16:15-17..

Setelah kami periksa dalam naskah ALKITAB Manuskrip kuno Codex Sinaiticus..

Atau klik saja http://codexsinaiticus.org/en/manuscript.aspx?=Kirim&book=34&chapter=16&lid=en&side=r&verse=8&zoomSlider=0

Demikian juga ketika kami telusuri ke naskah kuno yang lain Codex Vaticanus

Anda bisa mencarinya di situs http://www.archive.org/stream/novumtestamentum00tisc#page/68/mode/2up

Maka hal yang sama akan anda temukan…

Ternyata..

Markus Pasal 16 berhenti hanya sampai pada ayat ke 8….

Kesimpulannya….