Masjidil Aqsha adalah Bait Suci Yerusalem

Posted: 25 Juni 2010 in Transkrip dakwah

Jika anda bertanya, kalau sebelum peristiwa Isra Mi’raj sudah ada Masjid AlAqsha, siapakah yang mendirikan shalat di situ dan mereka memakai cara apa, jawabnya adalah:

Al Isra’ 1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam membahas makna kata Masjid Al-Haram dan Masjid al-Aqsha yang tercantum dalam Surah Al-Isra’ 1, hendaknya persepsi kita tidak membayangkan wujud bangunan masjid yang kita kenal saat ini. Yang dimaksud MASJID dalam konteks itu adalah Baitullah/Bait El. Artinya, Masjid Al-Haram adalah Baitullah/Bait-el di Mekah dan Masjid Al-Aqsha adalah Baitullah/Bait-el di Yerusalem.

Jika kita membuka Torah (Kitab Taurat) bagian Eleh Syemot (Keluaran) pasal 20 ayat 26,

20:26 Juga jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya.

Maka kita akan beroleh keterangan bahwa Baitullah/Bait-El atau Mezbah Persembahan bagi Allah (sesuai dengan petunjuk Allah sendiri) harus dibangun dari tanah atau batu yang tidak dipahat, dan membangunnya tidak boleh memakai tangga. Karena itulah, Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim alaihissalam saat membangun Bait Allah di Bakkah Makkah tidak menggunakan tangga melainkan batu tumpuan yang hari ini masih dapat kita saksikan terletak dekat dengan posisi Kabah sebagai Maqam Ibrahim.

Dari petunjuk Kitab Torah di atas, jelas bahwa Baitullah di Yerusalem hari ini adalah Bait Suci atau Bait Kudus yang ada sejak zaman Yakub.

Kejadian 28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi Bait Elohim (rumah Allah)

Bait Kudus yang fondasinya didirikan Nabi Yakub inilah Masjidil Aqsha yang dimaksud sudah ada jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad sholallahu alaihi wassalam pada malam beliau diperjalankan Tuhan ke Yerusalem.

Pada zaman Bapa Abraham/ Nabi Ibrahim, Ka’bah selain dipakai sebagai ibadah tawaf, berdiri, rukuk, dan sujud (QS. Al-Hajj: 26, 30), juga dipakai untuk menyembelih hewan kurban (QS. Al-Hajj: 33). Cara beribadah seperti di Bait Allah di Bakkah Makkah juga dilakukan oleh keturunan Nabi Ibrahim dari Bani Israel, di mana Nabi Musa dan nabi-nabi sesudahnya jika beribadah digambarkan berdiri (‘amad), berlutut (kara’/ ruku’), dan sujud menyembah (hisy tahaweh) (Eleh Syemot/Keluaran. 24:1 Wayyiqra/Imamat.9:5 Tehillim/Mazmur.134:1-2 1 Melakim/ Raja-raja.8:14 Yesyayahu/Yesayah.45: 3 Ezra.9:5 Yehosyua/ Yusak.5:14 Yermeyahu/Yeremiah.26:20.

Dalam Islam dikenal hari raya haji yang berpuncak pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan Bani Israel mengenal hari raya Hag (Arab = Hajj) yang berpuncak pada tanggal 10 bulan Tishri yang dilakukan dengan berpuasa dan menyembelih kurban. Upacara penyembelihan kurban itu kadang disebut Zabah (Arab=Dzabah) atau menyembelih (Eleh Syemot/Keluaran.20:24) tetapi sering juga disebut sebagai Korbanot (Arab = Qurban) yang berarti mendekatkan (Wayyiqra/Imanat.7:9 Bemidbar/Bilangan.28:11).

Jadi, yang dimaksud Quran sebagai Masjid Al-Aqsha adalah Baitullah/Bait-El yang dikenal hari ini dengan Baitul Maqdis. Di situlah para nabi sejak Daud sampai Sulaiman dan penerusnya berdiri, rukuk, sujud berdoa. Sampai saat ini tembok Baitullah/Bait-El di Yerusalem itu masih dijadikan tembok ratapan.

Mengenai pemindahan kiblat umat Islam dari Baitullah/Bait-El di Yerusalem ke Baitullah/Bait-El di Makkah, kita semua sudah mafhum. Karena itu, dari persoalan ini dapat disimpulkan bahwa ibadah salat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tidak berbeda dengan ibadah salat yang diajarkan oleh nabi-nabi sebelum beliau, karena Islam sendiri bukan agama baru, melainkan kelanjutan dari agama monoteisme-eskatologis yang pernah disampaikan Nabi Noah, Nabi Abraham, Nabi Musa, dan Nabi Yesus (QS. Asy-Syura: 13).Bait Sucimaqom ibrahim

Komentar
  1. Kurniawan W mengatakan:

    Nice info ustadz… permisi share yaa

  2. ompung tantular mengatakan:

    ulasan yg tdk berdasar dan dipaksakan keterkaitannya.Misalnya.kuburan abraham.hal itu tertulis di perjanjian lama di gua makpela bukan di mekkah.Dan lagi nama Bakkah tdk ada kaitan dg mekkah sebab nama Bakkah ada di Palestina.Bacalah menyeluruh P.lcma.kasihan mereka yg membacanya tdk memperoleh info akurat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s