Tafsir Alkitab Yoh 8 (Yohanes 8): Mengapa Yesus tidak menghukum mati Pezina?

Posted: 28 Juni 2010 in Transkrip dakwah

Terdapat sebuah kisah yang dinisbahkan terjadi dalam Alkitab, bahwa pada suatu hari orang Yahudi berkesempatan mendapatkan satu momentum untuk menyerahkan Yesus kepada pengadilan Romawi untuk disalib.

Kejadian ini berlangsung ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Ahli-ahli Taurat dan Farisi mencari Yesus ketika beliau dikerumuni orang banyak. Niat mereka adalah untuk mencobai/menjebak Yesus dan membuat beliau bersalah dihadapan pemimpin-pemimpin termasuk pemimpin dalam pemerintahan sipil (Romawi). Pokok pencobaan itu dasarnya adalah bagaimana Yesus memandang Taurat Musa.

Para pemimpin agama itu mencari kasus yang kira-kira mencolok mata, apakah Yesus akan mempersalahkan perempuan yang berzinah dan membiarkan ia dihukum rajam sesuai ketentuan Taurat. Tetapi apabila Yesus berbuat demikian, maka Yesus akan dipersalahkan oleh penguasa sipil (Romawi). Sebab penguasa sipil Romawi tidak akan membiarkan hukuman itu terjadi, karena hukuman semacam ini tidak terdapat pada hukum-hukum sipil Romawi. Jadi kasus semacam ini dirasa cukup oleh pemimpin agama itu, apakah Yesus akan mengelak keputusan penghukuman dan membiarkan dosa yang diperbuat perempuan itu.

Mereka menempatkan Yesus sebagai hakim atas kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh perempuan yang berzinah tersebut. Kendati hal itu mereka lakukan dengan maksud untuk mencobai Yesus (ayat 6a), namun alasan yang mereka ajukan begitu sangat serius, yakni perbedaan 2 hukum (hukum agama dan hukum sipil).

Jika menuruti hukum Taurat Musa, perempuan yang demikian harus dihakimi – dihukum mati dengan cara dilempari dengan batu sampai mati (ayat 5, bdk. Imamat 20:10; Ulangan 22:22-24). Meski hal ini jelas merupakan tipe “penghakiman massa”. Penghakiman dalam konteks demikian tidak hanya dilakukan sebagai reaksi spontan atas tindak kejahatan dan dosa perzinahan tetapi juga semakin menemukan motifnya yang suci yakni sebagai usaha pembelaan atas tegaknya hukum Taurat.

Dengan kata lain, melempari si pendosa itu dengan batu sampai mati adalah suatu kebenaran menurut hukum. Tetapi pada masa itu hal semacam ini tidak sesuai hukum sipil Romawi. Jika hal ini dilakukan maka mudharat akan lebih besar .

Sang Nabi mengerti maksud mereka adalah untuk membenturkan beliau dengan penguasa Romawi, sehingga peristiwa Syahidnya Nabi Yahya atau Yohanes ditangan kejam Herodes Penguasa Yahudi wakil Romawi akan terulang pada diri beliau..

Berikut kisahnya :

Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar sang Nabi berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada beliau. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada beliau seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai beliau, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan beliau. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari beliau di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada beliau, beliau pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8:8 Lalu belaiu membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Kisah ini biasanya dipakai para pengikut Nasrani sekte Paul untuk menjustifikasi bahwa Yesus datang untuk menghapus hukum Taurat..

Bahkan kami menjawab,

Nabi Isa Al Masih atau dalam lidah bahasa Yunani dibahasakan menjadi Nabi Yesus Kristus, tidak pernah permissive terhadap pelanggaran dosa. Beliau sang Nabi sangat terkenal akan kegigihannya membela Hukum ALLAH. Bahkan beliau mencela para Yahudi yang tidak bersedia menegakkan Hukum ALLAH dengan melakukan hukum rajam kepada anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya, simak Perihal kemarahan sang Nabi kepada para Yahudi yang enggan melakukan hukum rajam dalam Matius 15

15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

Maka ketika disodorkan kisah Yesus tidak mau merajam wanita pezina, maka kami menjawab,

Kisah ini justru sebagai bukti bahwa Yesus sangat taat kepada Hukum Taurat dan prosedur hukumnya.
Sekalipun beliau tahu perempuan itu memang bersalah, tapi beliau tidak mau melangkahi prosedur-prosedur hukuman mati yang ditetapkan Hukum Taurat

Ketentuan Taurat tentang hukuman mati bagi pezina:

*Imamat 20.10
“Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.”

* Ulangan 17:2
“Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

* Ulangan 17:3
dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

* Ulangan 17:4
dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

* Ulangan 17:5
maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

* Ulangan 17:6
Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.

Fakta dalam kasus ini adalah:

1. Dalam kisah Yesus dan Perempuan berzinah tidak ada satupun diantara penuduh yang berani maju jadi saksi.

2. Yang hendak dirajam hanya perempuan itu saja, sementara laki-lakinya tidak tahu ada dimana.

3. Dalam tatanan ibadah Yahudi waktu itu, Yesus tidak menjabat sebagai Imam ataupun seorang Lewi sehingga beliau tidak dapat menjadi Hakim, singkatnya kasus ini dibawa oleh gerombolan Yahudi kepada seseorang yang tidak menjabat sebagai ‘Sanhedrin (Hakim Agama)’.

4. Perajaman tidak hendak dilakukan di luar pintu gerbang.

Padahal dalam tatanan Yahudi waktu itu, Yesus bukanlah seorang Hakim dan tidak dapat menjadi menjabat sebagai Hakim :

Reff :

* Ulangan 17:9
haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim.

dan lagi

* Ulangan 17:7
Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”

Maka, kita bisa pahami bahwa yang harus merajam pertama ialah saksi mata dari perzinahan tersebut.

Kesimpulan:

1. Menurut Hukum Taurat : perempuan berzinah itu tidak boleh dihukum mati karena tidak terpenuhinya ‘SYARAT2’ yang ditentukan Taurat

2. Kalau Yesus menghukum/ merajam perempuan itu, berarti beliaulah yang melanggar Hukum Taurat

ALLAH telah berfirman dalam AlMaidah 45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Kemudian ALLAH terangkan kedatangan Sang Nabi pada ayat selanjutnya

46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Dan Kemudian ALLAH perintahkan kepada para Pewaris Injil pengikut Nabiullah Isa untuk beriman kepada Ketetapan ALLAH yang diberikan kepada NabiNya Isa AlMasih

47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik

Dan pada ayat selanjutnya ALLAH kabarkan bahwa ALLAH telah menurunkan HukumNya yang terakhir sebagai UNDANG-UNDANG bagi seluruh manusia PEWARIS KTAB TERDAHULU maupun manusia yang tidak mewarisi KITAB dariNya…

48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu

Karena itulah kesalahpahaman sebagian pengikut beliau bahwa Nabi Isa menghapus hukum Taurat insya ALLAH bisa diklarifikasi dalam catatan ini..

Matius 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Salahsatu ucapan beliau bahwa beliau tidak menghapus hukum Taurat adalah “persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”(Lukas 5:14)

Bahkan Sang Nabi memerintahkan para pengikut beliau untuk beribadah jauh melebihi ibadah kaum Farisi dan Saduki dimana ibadah mereka hanya sampai pada tataran formalitas sementara hati mereka jauh dari ruh ibadah

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Yoh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (jasmani);

ALLAH telah mengabarkan bahwa Yahudi terperangkap dalam lembah FORMALITAS jauh dari ibadah yang diperintahkan ALLAH

Mat 15
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Akan tetapi sangat disayangkan, Taurat tidak dilakukan dengan konsekuen oleh para pengikut Mesias dihari ini…

Bahkan jangankan pengikut Sang Nabi mesias…Penentang Sang Nabipun sampai hari ini enggan untuk melaksanaka perintah Taurat mereka..Yahudi

Ini salah satu hukum Taurat ALLAH yang diabaikan oleh kaum Yahudi dari sejak Zaman Nabi Isa sampai hari ini..

Keluaran 21:12. “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.

Imamat 24:17 Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati.

Ulangan 19:21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”

Karena penentangan inilah tidak heran jika KELAK pada Hari Penghakiman, mereka yang abai terhadap hukum ALLAH akan mendapatkan kekecewaan ketika Yesus Kristus mengusir mereka dari hadapan beliau..

Beliau marah ketika para pengikut beliau yang telah bersusah capai mengabarkan Pekabaran Keselamatan ternyata malah menyandarkan keselamatan HANYA di mulut tanpa PERIBADATAN DENGAN IBADAH YANG BENAR KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM…

Matius 7

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Maka kedatangan ISLAM adalah penggenapan dari Nubuat Yesus Kristus alian Nabi Isa Alaihissalam dalam sebuah kalimat yang singkat tapi padat ,

Mat 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Terbukti, sampai hari ini….Bangsa-bangsa kaum Muslimin menjalankan dengan teguh perintah-perintah Tuhan yang Tuhan bebankan kepada mereka…

Inilah makna ISLAM…

Tunduk Patuh terhadap KEHENDAK TUHAN SEMESTA ALAM

Komentar
  1. […] Tafsir Alkitab Yoh 8 (Yohanes 8): Mengapa Yesus tidak menghukum mati Pezina? […]

  2. Anak Tuhan mengatakan:

    itu karna TUHAN YEsus sangat mengasihi manusia..makanya sampai DIA rela di salib untuk menyelamatkan kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s