Archive for the ‘Transkrip dakwah’ Category

Terdapat sebuah kisah yang dinisbahkan terjadi dalam Alkitab, bahwa pada suatu hari orang Yahudi berkesempatan mendapatkan satu momentum untuk menyerahkan Yesus kepada pengadilan Romawi untuk disalib.

Kejadian ini berlangsung ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Ahli-ahli Taurat dan Farisi mencari Yesus ketika beliau dikerumuni orang banyak. Niat mereka adalah untuk mencobai/menjebak Yesus dan membuat beliau bersalah dihadapan pemimpin-pemimpin termasuk pemimpin dalam pemerintahan sipil (Romawi). Pokok pencobaan itu dasarnya adalah bagaimana Yesus memandang Taurat Musa.

Para pemimpin agama itu mencari kasus yang kira-kira mencolok mata, apakah Yesus akan mempersalahkan perempuan yang berzinah dan membiarkan ia dihukum rajam sesuai ketentuan Taurat. Tetapi apabila Yesus berbuat demikian, maka Yesus akan dipersalahkan oleh penguasa sipil (Romawi). Sebab penguasa sipil Romawi tidak akan membiarkan hukuman itu terjadi, karena hukuman semacam ini tidak terdapat pada hukum-hukum sipil Romawi. Jadi kasus semacam ini dirasa cukup oleh pemimpin agama itu, apakah Yesus akan mengelak keputusan penghukuman dan membiarkan dosa yang diperbuat perempuan itu.

Mereka menempatkan Yesus sebagai hakim atas kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh perempuan yang berzinah tersebut. Kendati hal itu mereka lakukan dengan maksud untuk mencobai Yesus (ayat 6a), namun alasan yang mereka ajukan begitu sangat serius, yakni perbedaan 2 hukum (hukum agama dan hukum sipil).

Jika menuruti hukum Taurat Musa, perempuan yang demikian harus dihakimi – dihukum mati dengan cara dilempari dengan batu sampai mati (ayat 5, bdk. Imamat 20:10; Ulangan 22:22-24). Meski hal ini jelas merupakan tipe “penghakiman massa”. Penghakiman dalam konteks demikian tidak hanya dilakukan sebagai reaksi spontan atas tindak kejahatan dan dosa perzinahan tetapi juga semakin menemukan motifnya yang suci yakni sebagai usaha pembelaan atas tegaknya hukum Taurat.

Dengan kata lain, melempari si pendosa itu dengan batu sampai mati adalah suatu kebenaran menurut hukum. Tetapi pada masa itu hal semacam ini tidak sesuai hukum sipil Romawi. Jika hal ini dilakukan maka mudharat akan lebih besar .

Sang Nabi mengerti maksud mereka adalah untuk membenturkan beliau dengan penguasa Romawi, sehingga peristiwa Syahidnya Nabi Yahya atau Yohanes ditangan kejam Herodes Penguasa Yahudi wakil Romawi akan terulang pada diri beliau..

Berikut kisahnya :

Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar sang Nabi berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada beliau. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada beliau seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai beliau, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan beliau. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari beliau di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada beliau, beliau pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8:8 Lalu belaiu membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Kisah ini biasanya dipakai para pengikut Nasrani sekte Paul untuk menjustifikasi bahwa Yesus datang untuk menghapus hukum Taurat..

Bahkan kami menjawab,

Nabi Isa Al Masih atau dalam lidah bahasa Yunani dibahasakan menjadi Nabi Yesus Kristus, tidak pernah permissive terhadap pelanggaran dosa. Beliau sang Nabi sangat terkenal akan kegigihannya membela Hukum ALLAH. Bahkan beliau mencela para Yahudi yang tidak bersedia menegakkan Hukum ALLAH dengan melakukan hukum rajam kepada anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya, simak Perihal kemarahan sang Nabi kepada para Yahudi yang enggan melakukan hukum rajam dalam Matius 15

15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

Maka ketika disodorkan kisah Yesus tidak mau merajam wanita pezina, maka kami menjawab,

Kisah ini justru sebagai bukti bahwa Yesus sangat taat kepada Hukum Taurat dan prosedur hukumnya.
Sekalipun beliau tahu perempuan itu memang bersalah, tapi beliau tidak mau melangkahi prosedur-prosedur hukuman mati yang ditetapkan Hukum Taurat

Ketentuan Taurat tentang hukuman mati bagi pezina:

*Imamat 20.10
“Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu.”

* Ulangan 17:2
“Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

* Ulangan 17:3
dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

* Ulangan 17:4
dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

* Ulangan 17:5
maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

* Ulangan 17:6
Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.

Fakta dalam kasus ini adalah:

1. Dalam kisah Yesus dan Perempuan berzinah tidak ada satupun diantara penuduh yang berani maju jadi saksi.

2. Yang hendak dirajam hanya perempuan itu saja, sementara laki-lakinya tidak tahu ada dimana.

3. Dalam tatanan ibadah Yahudi waktu itu, Yesus tidak menjabat sebagai Imam ataupun seorang Lewi sehingga beliau tidak dapat menjadi Hakim, singkatnya kasus ini dibawa oleh gerombolan Yahudi kepada seseorang yang tidak menjabat sebagai ‘Sanhedrin (Hakim Agama)’.

4. Perajaman tidak hendak dilakukan di luar pintu gerbang.

Padahal dalam tatanan Yahudi waktu itu, Yesus bukanlah seorang Hakim dan tidak dapat menjadi menjabat sebagai Hakim :

Reff :

* Ulangan 17:9
haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim.

dan lagi

* Ulangan 17:7
Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”

Maka, kita bisa pahami bahwa yang harus merajam pertama ialah saksi mata dari perzinahan tersebut.

Kesimpulan:

1. Menurut Hukum Taurat : perempuan berzinah itu tidak boleh dihukum mati karena tidak terpenuhinya ‘SYARAT2’ yang ditentukan Taurat

2. Kalau Yesus menghukum/ merajam perempuan itu, berarti beliaulah yang melanggar Hukum Taurat

ALLAH telah berfirman dalam AlMaidah 45. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Kemudian ALLAH terangkan kedatangan Sang Nabi pada ayat selanjutnya

46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Dan Kemudian ALLAH perintahkan kepada para Pewaris Injil pengikut Nabiullah Isa untuk beriman kepada Ketetapan ALLAH yang diberikan kepada NabiNya Isa AlMasih

47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik

Dan pada ayat selanjutnya ALLAH kabarkan bahwa ALLAH telah menurunkan HukumNya yang terakhir sebagai UNDANG-UNDANG bagi seluruh manusia PEWARIS KTAB TERDAHULU maupun manusia yang tidak mewarisi KITAB dariNya…

48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu

Karena itulah kesalahpahaman sebagian pengikut beliau bahwa Nabi Isa menghapus hukum Taurat insya ALLAH bisa diklarifikasi dalam catatan ini..

Matius 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Salahsatu ucapan beliau bahwa beliau tidak menghapus hukum Taurat adalah “persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”(Lukas 5:14)

Bahkan Sang Nabi memerintahkan para pengikut beliau untuk beribadah jauh melebihi ibadah kaum Farisi dan Saduki dimana ibadah mereka hanya sampai pada tataran formalitas sementara hati mereka jauh dari ruh ibadah

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Yoh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (jasmani);

ALLAH telah mengabarkan bahwa Yahudi terperangkap dalam lembah FORMALITAS jauh dari ibadah yang diperintahkan ALLAH

Mat 15
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Akan tetapi sangat disayangkan, Taurat tidak dilakukan dengan konsekuen oleh para pengikut Mesias dihari ini…

Bahkan jangankan pengikut Sang Nabi mesias…Penentang Sang Nabipun sampai hari ini enggan untuk melaksanaka perintah Taurat mereka..Yahudi

Ini salah satu hukum Taurat ALLAH yang diabaikan oleh kaum Yahudi dari sejak Zaman Nabi Isa sampai hari ini..

Keluaran 21:12. “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.

Imamat 24:17 Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati.

Ulangan 19:21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”

Karena penentangan inilah tidak heran jika KELAK pada Hari Penghakiman, mereka yang abai terhadap hukum ALLAH akan mendapatkan kekecewaan ketika Yesus Kristus mengusir mereka dari hadapan beliau..

Beliau marah ketika para pengikut beliau yang telah bersusah capai mengabarkan Pekabaran Keselamatan ternyata malah menyandarkan keselamatan HANYA di mulut tanpa PERIBADATAN DENGAN IBADAH YANG BENAR KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM…

Matius 7

7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Maka kedatangan ISLAM adalah penggenapan dari Nubuat Yesus Kristus alian Nabi Isa Alaihissalam dalam sebuah kalimat yang singkat tapi padat ,

Mat 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Terbukti, sampai hari ini….Bangsa-bangsa kaum Muslimin menjalankan dengan teguh perintah-perintah Tuhan yang Tuhan bebankan kepada mereka…

Inilah makna ISLAM…

Tunduk Patuh terhadap KEHENDAK TUHAN SEMESTA ALAM

Benarkah hukuman mati bagi orang yang murtad dari agamanya hanya monopoli hukum Islam?

Simak perintah Tuhan kepada Musa dalam Kitab Perjanjian Lama kaum Nasrani…Tanakh Yahudi..

Hukum RAJAM bagi yang murtad..

Ulangan 17:2 “Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

17:3 dan yang pergi beribadah kepada ALLAH LAIN dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

17:4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

17:6 Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.

17:7 Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”

Cukup sampai disitu?

Belum..Dalam ALKITAB ribuan tahun sebelum datangnya Islam di tanah Ismael, Tuhan kepada Nabi Musa pun memerintahkan hukum mati hukum rajam bagi para pewarta kabar kemusyrikan…Para misionaris trinitas termasuk dalam hal ini, bahkan kepada karib kerabat sendiri….

Ulangan 13:6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,

13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.

13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu

Karena itu janganlah anda heran dan enggan beriman jika Nabi terakhir utusan Tuhan Semesta Alam menghidupkan perintah ALLAH yang Esa ribuan tahun sebelumnya untuk menghukum mati bagi para pelaku riddah..Murtad

َ“Sesiapa yang menukar agamanya, maka bunuhlah dia”(Sahih: Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadis no: 6922 (Kitab Istitabah al-Murtaddin… Bab hukum lelaki yang murtad dan wanita yang murtad).

Demikian juga bagi para pewarta kabar kemusyrikan dan kemurtadan

“Tidak dihalalkan darah seorang muslim yang bersaksi bahawasanya tiada tuhan selain Allah dan bahawasanya Muhammad adalah Rasulullah melainkan salah satu dari tiga perkara:

1. Seorang yang berzina setelah dia menjaga kehormatannya dengan perkahwinan, maka sesungguhnya dia direjam,

2. Seorang yang keluar (dari Islam dan jamaah, lalu) memerangi Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia dibunuh atau disalib atau dibuang negeri dan

3. Seorang yang membunuh satu jiwa, maka dia dibunuh sebagai hukum timbal balik”
(Sahih: Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Sunannya dan ia dinilai sahih oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud, hadis no: 4353 (Kitab al-Hudud, Bab hukuman bagi orang yang murtad).

ALLAH Tuhan Yang Maha Esa nan Maha Tinggi Pencipta Alam Semesta memerintahkan kaum Muslimin untuk membasuh anggota tubuh sebelum berdoa beribadah kepadaNya..

ALMAIDAH 6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak berdiri mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah

Demikian pula Nabi-Nabi ALKITAB pun melakukan ritual yang sama ribuan tahun sebelumnya..

Nabi Musa melakukan ritual wudhu ini sebelum memasuki Kemah tempat Tabut Suci diletakkan

Keluaran 40

40:30 Ditempatkannyalah bejana pembasuhan di antara Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu ditaruhnyalah air ke dalamnya untuk pembasuhan.

40:31 Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.

40:32 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Demikian juga Harun saudara Musa..

Keluaran 30:19 Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.

Raja Daud pun berwudhu membasuh tangan dan kaki untuk menyucikan diri sebelum beribadah kepada Tuhan….

Mazmur 26:6. Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah..

Ada perbedaan yang kami catat sebagai keistimewaan dalam syariat Islam yang sempurna, ALLAH memerintahkan kaum Muslimin untuk membasuh wajah..dan kami belum mendapatkan dalam syariat terdahulu

Wallahu a’lam bish shawab

wudhu

Jika anda bertanya, kalau sebelum peristiwa Isra Mi’raj sudah ada Masjid AlAqsha, siapakah yang mendirikan shalat di situ dan mereka memakai cara apa, jawabnya adalah:

Al Isra’ 1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam membahas makna kata Masjid Al-Haram dan Masjid al-Aqsha yang tercantum dalam Surah Al-Isra’ 1, hendaknya persepsi kita tidak membayangkan wujud bangunan masjid yang kita kenal saat ini. Yang dimaksud MASJID dalam konteks itu adalah Baitullah/Bait El. Artinya, Masjid Al-Haram adalah Baitullah/Bait-el di Mekah dan Masjid Al-Aqsha adalah Baitullah/Bait-el di Yerusalem.

Jika kita membuka Torah (Kitab Taurat) bagian Eleh Syemot (Keluaran) pasal 20 ayat 26,

20:26 Juga jangan engkau naik tangga ke atas ke mezbah-Ku, supaya auratmu jangan kelihatan di atasnya.

Maka kita akan beroleh keterangan bahwa Baitullah/Bait-El atau Mezbah Persembahan bagi Allah (sesuai dengan petunjuk Allah sendiri) harus dibangun dari tanah atau batu yang tidak dipahat, dan membangunnya tidak boleh memakai tangga. Karena itulah, Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim alaihissalam saat membangun Bait Allah di Bakkah Makkah tidak menggunakan tangga melainkan batu tumpuan yang hari ini masih dapat kita saksikan terletak dekat dengan posisi Kabah sebagai Maqam Ibrahim.

Dari petunjuk Kitab Torah di atas, jelas bahwa Baitullah di Yerusalem hari ini adalah Bait Suci atau Bait Kudus yang ada sejak zaman Yakub.

Kejadian 28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi Bait Elohim (rumah Allah)

Bait Kudus yang fondasinya didirikan Nabi Yakub inilah Masjidil Aqsha yang dimaksud sudah ada jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad sholallahu alaihi wassalam pada malam beliau diperjalankan Tuhan ke Yerusalem.

Pada zaman Bapa Abraham/ Nabi Ibrahim, Ka’bah selain dipakai sebagai ibadah tawaf, berdiri, rukuk, dan sujud (QS. Al-Hajj: 26, 30), juga dipakai untuk menyembelih hewan kurban (QS. Al-Hajj: 33). Cara beribadah seperti di Bait Allah di Bakkah Makkah juga dilakukan oleh keturunan Nabi Ibrahim dari Bani Israel, di mana Nabi Musa dan nabi-nabi sesudahnya jika beribadah digambarkan berdiri (‘amad), berlutut (kara’/ ruku’), dan sujud menyembah (hisy tahaweh) (Eleh Syemot/Keluaran. 24:1 Wayyiqra/Imamat.9:5 Tehillim/Mazmur.134:1-2 1 Melakim/ Raja-raja.8:14 Yesyayahu/Yesayah.45: 3 Ezra.9:5 Yehosyua/ Yusak.5:14 Yermeyahu/Yeremiah.26:20.

Dalam Islam dikenal hari raya haji yang berpuncak pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, sedangkan Bani Israel mengenal hari raya Hag (Arab = Hajj) yang berpuncak pada tanggal 10 bulan Tishri yang dilakukan dengan berpuasa dan menyembelih kurban. Upacara penyembelihan kurban itu kadang disebut Zabah (Arab=Dzabah) atau menyembelih (Eleh Syemot/Keluaran.20:24) tetapi sering juga disebut sebagai Korbanot (Arab = Qurban) yang berarti mendekatkan (Wayyiqra/Imanat.7:9 Bemidbar/Bilangan.28:11).

Jadi, yang dimaksud Quran sebagai Masjid Al-Aqsha adalah Baitullah/Bait-El yang dikenal hari ini dengan Baitul Maqdis. Di situlah para nabi sejak Daud sampai Sulaiman dan penerusnya berdiri, rukuk, sujud berdoa. Sampai saat ini tembok Baitullah/Bait-El di Yerusalem itu masih dijadikan tembok ratapan.

Mengenai pemindahan kiblat umat Islam dari Baitullah/Bait-El di Yerusalem ke Baitullah/Bait-El di Makkah, kita semua sudah mafhum. Karena itu, dari persoalan ini dapat disimpulkan bahwa ibadah salat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tidak berbeda dengan ibadah salat yang diajarkan oleh nabi-nabi sebelum beliau, karena Islam sendiri bukan agama baru, melainkan kelanjutan dari agama monoteisme-eskatologis yang pernah disampaikan Nabi Noah, Nabi Abraham, Nabi Musa, dan Nabi Yesus (QS. Asy-Syura: 13).Bait Sucimaqom ibrahim

Dengan sangat menyesal kami harus berterusterang kepada anda..

Bahwasanya..

Ayat yang anda sodorkan kepada kami Markus 16:15-17..

Setelah kami periksa dalam naskah ALKITAB Manuskrip kuno Codex Sinaiticus..

Atau klik saja http://codexsinaiticus.org/en/manuscript.aspx?=Kirim&book=34&chapter=16&lid=en&side=r&verse=8&zoomSlider=0

Demikian juga ketika kami telusuri ke naskah kuno yang lain Codex Vaticanus

Anda bisa mencarinya di situs http://www.archive.org/stream/novumtestamentum00tisc#page/68/mode/2up

Maka hal yang sama akan anda temukan…

Ternyata..

Markus Pasal 16 berhenti hanya sampai pada ayat ke 8….

Kesimpulannya….

Seorang Nasrani bertanya:

“Dari alur pernyataan Anda, berarti tempat dimana Yakub mendirikan tugu peringatan dari batu kelak menjadi Masjid Al Aqsha. Buktikan dahulu di Yerusalem pernah berdiri masjid Al Aqsha sebelum Muhamad melakukan Israk Mikraj”
=================

Pertama dahulu,

Inilah dalil ALKITABIAH dari kami untuk membuktikan bahwa BAIT SUCI YERUSALEM yang dibangun SALOMO didirikan diatas FONDASI BATU YAKUB..dan dalil ini sekaligus dalil yang menunjukkan Yakub cucu Abraham telah memberi landasan pembangunan BAIT SUCI YERUSALEM…

Kejadian 28:22 Dan BATU yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi BAIT ELOHIM (Rumah Allah)

Sampai hari ini pun Batu Yakub masih berada dalam kompleks Masjidil Aqsha dibawah Kubah Batu Yakub….Qubbatus Sakhrah…Dome of Rock..

Dengan demikian pernyataan Nabi kami bahwa BAIT SUCI YERUSALEM dibangun 40 tahun setelah pembangunan BAIT ALLAH BAKKAH MAKKAH oelh kakeknya ABRAHAM adalah terbukti secara ALKITABIAH

Apakah anda bisa memahami ucapan Yaakov “ KELAK AKAN MENJADI BAIT ELOHIM”

Sangat JELAS…MIZBAH yang didirikan Yaakov adalah CIKAL BAKAL Rumah Tuhan….

BAITUL MAQDIS…

BET MAGADESH…

Ini bukan MEZBAH BIASA…..

Ini adalah TANGGA ke LANGIT….

Jikakalau itu MEZBAH biasa sebagaimana Nabiullah ABRAHAM dan Nabiullah NOAH mendirikan MEZBAH…tentulah Nabiullah Israel tidak akan berucap “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga”

Dari Makkah sang Nabi diperjalankan ke bumi Syam..Iliya..Yerusalem dihari ini..

Dari Yerusalem Nabi Perjanjian Terakhir berMikraj dinaikkan ke atas langit ke tujuh menghadap Tuhan yang bersemayam diatas ArasyNya..

Jauh-jauh datang dari SELATAN sang NABI di NAIKKAN ke LANGIT di BUMI YERUSALEM…

NAIK KE LANGIT MENYAKSIKAN KEAGUNGAN TUHAN..

Sekalilagi, sangat masuk akal jika seorang Nabi Yakub begitu terbangun dari mimpi tidurnya berucap :

Kejadian 28:17 “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”

Karena itu benar sekali dan menakjubkan sekali ucapan seorang manusia yang berkata demikian…

Hadits dari Abu Dzar Al-Gifari ia berkata, aku bertanya kepada Rasulallah SAW, masjid apa yang paling pertama dibangun di muka bumi ini ? Rasul menjawab “Masjid Al-Haram”, Kemudian apa ? “Lalu Masjid Al-Aqsha” Abu Dzar bertanya lagi “Berapa tahun antara keduanya?” Nabi menjawab “40 tahun” (Muttafaq ‘alaihi)

Bapak yang baik,
Permintaan anda kepada kami untuk membuktikan bahwa dahulu di Yerusalem pernah berdiri Masjid Al Aqsha sebelum Nabi kami melakukan Israk Mikraj menunjukkan banyak kesalahpahaman dari kaum Nasrani akan makna MASJID…

Arti harfiah dari MASJID adalah TEMPAT SUJUD…didalamnya sejak dahulu para NABI beribadah didalamnya..

Mungkin anda menyebutnya sebagai KUIL….HAIKAL…SINAGOG..KANISAH..

MASJID adalah tempat dimana didalamnya dahulu para pewaris Taurat ruku dan sujud pada masa itu…Tefilah mereka dahulu dilakukan dengan Rukuk dan Sujud sampai akhirnya mereka hanya menyisakan Rukuk tanpa Sujud ketika membaca TORAH…

Demikian juga kaum Nasrani kuno pewaris Injil pun dahulu melakukan Tefilah..Sholat dengan Ruku dan Sujud menyembah ALLAH, sebelum Tefilah atau Sholat itu musnah diantara mereka kecuali sedikit diantara mereka dihari ini…

Maryam 59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan..

Kembali ke pembahasan Masjidil Aqsha…

Masjdiil Aqsha adalah Bait Suci itu sendiri…

Masjdil Aqsha adalah nama lain dari Baitul Maqdis itu sendiri..Bet Mikdas

Dan Bait Suci sendiri tentunya anda sudah tahu berdiri sejak ribuan tahun lalu….runtuh dan berdiri..sampai akhirnya dihancurkan oleh Titus dan Nero penguasa Romawi seperti yang diNubuatkan Nabiullah Ieshua Ha Masiha..

600 tahun kemudian setelahnya Sang Nabi Yang Dijanjikan mengunjungi Bait Suci pada suatu malam dan sholat berjamaah menjadi IMAM memimpin ruh Para Nabi sholat didalamnya pada malam Isra ..di puing-puing Bait yang ditinggalkan oleh kaum Yahudi..

Itulah penggenapan Nubuat Nabiullah Ieshua akan kedatangan Nabi yang mulia di malam yang mulia tanpa kehadiran masyarakat Yahudi di kota itu…kota Yerusalem yang berkah.Kota Yerusalem yang ditinggalkan masyarakat Yahudi akibat keputusan Romawi yang menjadikan Yerusalem kota terlarang bagi Yahudi..

Inilah Nubuat Nabi Yesus akan datangnya malam itu..

Lukas 19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Inilah juga malam Isra Mikraj dimana sang Nabi terakhir mendatangi Bait di satu malam sebagai penggenapan Nubuat nabi Maleakhi

3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak TUAN tuan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Utusan Perjanjian yang kamu dambakan itu, sesungguhnya ia akan datang, firman TUHAN semesta alam.

=====
Kemudian anda kaum Nasrani bertanya keheranan:

Bukankah sejarah mencatat bahwa Masjidil Aqsha ini baru didirikan tahun 701 Ms oleh Khalifah Abdul Walid?

==========

Kami menjawabs kami tidak tahu apa yang dimaksud dengan menyebut khalifah ABDUL WALID? Abdul Walid yang mana?

Tahun itu adalah masa kepemimpinan ABDUL MALIK bin MARWAN dan pada masa beliaulah sang Khalifah membangun KUBAH dari batu YAKUB..

KUBAHNYA…dan bukan Batu Yakubnya…

BATU YAKUB…JACOB STONE sudah ada disana jauh sebelum Khalifah lahir dan di lokasi batu Yakub itulah sang Khalifah Umar bin Khattab sholat sebelum akhirnya memutuskan mendirikan Masjid Umar yang terletak di selatan batu dengan kiblat menghadap Kota Makkah membelakangi batu…

Seluruh dunia juga tahu bahwa Yerusalem ditaklukan Pasukan Islam di tahun 638 M dibawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khatab…

Tahun itulah Umar meminta Patriarkh Yerusalem Sophronius untuk menunjukkan lokasi puing-puing Bait Mikdas yang mana merupakan lokasi batu Yakub yang kemudian didirikan masjid Umar dengan arah Kiblat membelakangi batu…

Batu itulah yang diyakini negara zionis sebagai lokasi Kadush Kadushem dari Bait Suci….Holy of the Holies…Ruang Maha Suci…

Kidung Agung 5:16 Kata-katanya manis semata-mata, Muhammadim, Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

dalam Terjemahan LAI, sebuah nama manusia ikut diterjemahkan menjadi :

Kidung Aging 5:16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

Mereka menyanggah ” Kata asli : ‘mahàmadîm’ kok ya dibaca ‘Muhammadim’ artinya aja udah jauh beda dari bhs ibrani dan bahasa arab.”
=======
JAwab:

Mungkin Anda belum tahu bahwa Huruf Ibrani kuno hampir sama dengan Huruf Arab Gundul hari ini….TANPA TANDA BACA

Dalam Bahasa ARAB ..TANPA HAROKAT
Dalam Bahasa IBRANI..TANPA NIKUD

Orang yang terbiasa dengan bahasa ARAB akan dengan mudah membaca YQL sebagai YAQULU dan bukan YUQALU dari makna kalimat…

Hal yang sama juga terjadi pada IBRANI…Hanya saja problemnya BAHASA IBRANi sudah ribuan tahun tidak dipake sebagai BAHASA PERCAKAPAN tapi hanya sebagai BAHASA TEKS SUCI…BAngsa Ibrani tercerabut dari BAHASA ASLInya karena meraka mengalami DIASPORA ke seluruh penjuru dunia akibat PENGUSIRAN ROMAWI dari YERUSALEM pada abad2 pertama…

BAHASA IBRANI hari ini adalah IBRANI MODERN yang berasal dari Kitab Asyiria…

http://www.jewfaq.org/alephbet.htm

Adapun Kitab bahasa Ibrani yang memakai TEKS berbasi KITAB IBRANI..

Karena itu..frase מחמדים yang terdiri darii huruf Mem-cHet-Mem-Dalet-Yod-bisa anda baca MUHMADIM…MAHMUDIM..MAHAMADIM…MUHAMADIM…

Dan tak seorangpun bisa mengklaim bahwa BACAANNYA PALING BENAR karena dia sendiri pun bukan orang IBRANI KUNO yang menggunakan TEKS ASLI

====
mereka membantah lagi:

“Darimana asalnya MCHMDM = MHMD ? namanya muhammad atau muchamad?”
============

Huruf IBRANI tidak mengenal huruf Ch…seperti Chandra…Ch adalah bentuk halus dari Ha…Penggunaan huruf C karena orang non Semit tidak bisa membedakan huruf HA yang ini (ח) dengan huruf HA yang ini (ה)

Karena itu untuk membedakan kedua huruf yang berbeda secara PENGUCAPAN ini maka ditambahkan C untuk membedakan Ha yang Halus (ח) yang keluar BERDESIS dari dasar tenggorokan dan Ha yang Kasar (ה) yang keluar tanpa DESIS

Anda bisa membaca perihal huruf Ibrani Modern dalam sub Judul “Letters of the Alefbet”:

http://www.jewfaq.org/alephbet.htm

dimana didalamnya anda bisa membaca perbedaan ” The “Kh” and the “Ch” are pronounced as in German or Scottish, a throat clearing noise, not as the “ch” in “chair.”

Dan dalam bahasa Arab pun mengenal huruf HA yang kasar tanpa suara DESIS ( ه) seperti dalam kata “hasad”(dengki) dan HA yang halus dengan suara DESIS ( ح) seperti dalam kata “hasan”(baik)

Dan HA pada kata MUHAMMAD dari jenis yang BERDESIS…

Karena itu penggunaan HA yang ditulis dalam TEKS INGGRIS sebagai CH dan bukan HA adalah PENEKANAN bahwa itu memang penulisan NAMA yang sama dengan nama seorang NABI…

Adapun akhiran -IM pada kata MUHAMMADIM…

Ia adalah bentuk penghormatan ..

Sebagaimana ELOH terkadang ditulis sebagai ELOHIM..

Sebagaimana DAWID(DAVID) terkadang ditulis sebagai DAWIDIM..

Sebagaimana ABRAHAM terkadang ditulis sebagai ABRAHAMIM..

Karena itu…Untuk mengeja susunan HURUF מחמדים M-H-M-D-I-M

Jika akhiran IM sebagai bentuk Pemuliaan sebuah nama manusia…

Maka pembacaan yang tepat adalah..

MUHAMAD…

dengan akhiran IM sebagai bentuk Pemuliaan nama beliau

Mungkin mereka hanya lupa ketika terkejut bahwa Nabi kami mengatakan BAIT ALLAH di MAKKAH didirikan 40 tahun sebelum BAIT SUCI di YERUSALEM…

Mereka ragu dan dengan nada mengejek mengatakan “Ibrahim dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM. Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Tuhan di Yerusalem hidup sekitar 1000 SM – 950 SM. Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Tuhan di Yerusalem). Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun? ”

Ya…mereka hanya belum tahu dan semoga bukannya tidak mau tahu bahwa Bait Suci Yerusalem didirikan di atas Batu Yakub….dan Yakub mendirikan dan mengurapi Batu Yakub sebagai fondasi Bait Suci Yerusalem…

Yakub bar Ishak bar Abraham mendirikan batu sebagai tugu awal dari pembangunan Bait Suci Yerusalem…40 tahun setelah kakek dan pamannya mendirikan Bait Allah di Bakkah…Makkah..nun jauh di selatan…Di sebuah lembah diantara deretan Pegunungan Faran..

Kejadian 28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah

dan 1000 tahun kemudian barulah Bait itu berdiri dengan megahnya ditangan seorang bernama Sulaiman alaihissalam…Seorang Nabi dan Raja yang kepadanya ditaklukkan setan dan binatang…

Benar sekali dan menakjubkan sekali ucapan seorang manusia yang berkata demikian…Seorang yang berkata dan berbicara berdasar wahyu….

Hadits dari Abu Dzar Al-Gifari ia berkata, aku bertanya kepada Rasulallah SAW, masjid apa yang paling pertama dibangun di muka bumi ini ? Rasul menjawab “Masjid Al-Haram”, Kemudian apa ? “Lalu Masjid Al-Aqsha” Abu Dzar bertanya lagi “Berapa tahun antara keduanya?” Nabi menjawab “40 tahun” (Muttafaq ‘alaihi)

Sampai hari ini pun Batu Yakub masih berada dalam kompleks Masjidil Aqsha dibawah Kubah Batu Yakub….

Qubbatus Sakhrah…

Dome of Rock..

Mungkinkah ini merupakan PENGGENAPAN NUBUAT NABIULLAH YESUS perihal pewaris KERAJAAN SURGA..?

Dalam Matius 21:43 anda akan mendapati Nubuat Kerajaan Surga

21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Berikut adalah cuplikan lengkapnya :

21:33. “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.

21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.

21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.

21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.

21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”

21:41 Kata mereka kepada beliau: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”

21:42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Jika kita amati akan tampak bahwa Nubuat diatas diungkapkan dalam bentuk permisalan yang diucapkan sang Nabiullah Isa…dan Sang Nabi sangat sering mengungkapkan ajaran-ajaran beliau dalam ALKITAB yang dibaca sekarang ini dalam bentuk PERUMPAMAAN…

Markus 4
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu beliau memberitakan ajaran kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,

4:34 dan tanpa perumpamaan beliau tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid beliau menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Tuan pemilik kebun dalam hal ini adalah PERUMPAMAAN akan Tuhan yang mengirimkan para Nabi dan Rasul utusan Nya…

Kebun Anggur dalam hal ini tentulah PERMISALAN beban hukum-hukum agamaNya yang harus dijaga benar-benar perintahNya untuk ditaati dan laranganNya untuk dijauhi…

Para penggarap-penggarap tentulah PERUMPAMAAN umat yang kepada mereka dibebani hukum-hukumNya untuk dijalankan karena sayangNya kepada mereka..Para Pewaris Taurat

Hamba-hambanya dalam hal ini tentunya adalah PERMISALAN para Utusan Tuhan yang dikirim untuk mengingatkan para pewaris Taurat akan hukum-hukum yang harus dijalankan oleh para pengembannya..

Anak pemilik kebun dalam hal ini adalah PERMISALAN seorang Nabi Pamungkas dengan kedudukan gelar Mesias..AlMasih..yang diutus untuk mengingatkan kembali para pewaris hukum Taurat untuk memenuhi kewajiban mereka melaksanakan Hukum Taurat yang telah diturunkan oleh Tuhan..

Dengan PERUMPAMAAN yang disebutkan tadi…mudah bagi anda memahami maksud PERUMPAMAAN sebagai NUBUAT KERAJAAN LANGIT..

1.ALLAH menurunkan HUKUM-HUKUM AGAMANYA kepada para PENGEMBANNYA, BANI ISRAEL…BANGSA yang ISTIMEWA..

2.Secara berkala para NABI-NABI diutus kepada BANI ISRAEL untuk mengingatkan mereka akan kewajiban-kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada ALLAH dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya..

3.Akan tetapi sambutan yang didapat adalah CACIAN MAKIAN bahkan ancaman PEMBUNUHAN dan terjadilah para NABI-NABI dilempari batu dan dibunuh karena kedurhakaan dan kesombongan mereka kepada para Nabi ALLAH …

4.Bahkan Nabi PAMUNGKAS yang diutus untuk menyelamatkan mereka dari MURKA TUHAN pun mereka kafir dan mereka hinakan…

5.Klimaks dari KEDURHAKAAN para Pewaris Taurat yang mengingkari Nabi-Nabi utusan Tuhan adalah HUKUM AGAMA diamanatkan kepada BANGSA YANG LAIN…. (Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu)

6.Bangsa yang akan memberikan BUAHnya dengan TEGUH PATUH kepada HUKUM-HUKUM TUHAN tanpa penolakan sedikitpun terhadap UtusanNya dan menjaga benar Hukum-HukumNya…(akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya)
7.Bangsa manakah sepeninggal NABI YESUS yang mewarisi Hukum-Hukum TUHAN dan memberikan buahnya SETIAP WAKTU?(Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.)

8.Maka kata kuncinya adalah “SIAPAKAH BATU yang dibuang oleh TUKANG BANGUNAN?”..”SIAPAKAH BANGSA yang dihinakan sebagai BANGSA KETURUNAN BUDAK dan membuat anda terheran2 bagaimana mungkin BANGSA YANG DIHINA mewarisi KERAJAAN SURGA?”….(suatu perbuatan ajaib di mata kita)

9.Ada DUA BANGSA BESAR yang keluar dari BENIH ABRAHAM…BANI ISRAEL dan BANI ISMAEL….Jika dari BANGSA BANI ISRAEL diambil kerajaan itu….Maka..bangsa manakah yang LEBIH BERHAK MEWARISI PANJI-PANJI KERAJAAN SURGA?

BANGSA ROMAWI?…

BANGSA AMERIKA?…

BANGSA INDONESIA?…

Atau BANGSA keturunan ISHMAEL?….ARAB?

============================
Penutup:

Matius 20
20:1. “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.

20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.

20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.

20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

20:9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.

20:10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.

20:11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

20:12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

20:13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

20:14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.

20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

20:16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

Dan COCOKKAN dengan UCAPAN NABI yang datang 600 tahun setelahnya..

Hadits Riwayat Bukhari Bab Ke-18: Orang Yang Mendapatkan Satu Rakaat Shalat Ashar Sebelum Matahari Terbenam

312. Dari Abdullah (bin Umar) bahwa ia mendengar Rasulullah (sambil berdiri di atas mimbar) bersabda, ‘Tetapmu (masamu/waktumu) dibandingkan dengan umat-umat yang telah lalu sebelummu adalah seperti masa antara shalat ashar sampai matahari terbenam. Taurat diberikan kepada ahli Taurat, lalu mereka mengamalkannya. Sehingga, ketika sampai tengah hari, mereka lemah, lalu mereka diberi satu qirath-satu qirath (satu bagian-satu bagian dari pahala). Kemudian Injil diberikan kepada ahli Injil. Lalu, mereka mengamalkannya sampai shalat ashar, kemudian mereka lemah, lalu mereka diberi satu qirath-satu qirath. Kemudian kita diberi Al-Qur’an, lalu kita mengamalkan sampai terbenamnya matahari, maka kita diberi dua qirath-dua qirath. Kedua Ahli Kitab (Taurat dan Injil) berkata, ‘Wahai Tuhan kami, Engkau berikan kepada mereka (ahli Al-Qur’an) dua qirath-dua qirath dan Engkau berikan kepada kami satu qirath-satu qirath, padahal kami lebih banyak amalnya’.”

Dalam satu riwayat Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya ajalmu dibandingkan dengan ajal umat-umat sebelum kamu adalah seperti waktu antara shalat ashar dan terbenamnya matahari. Perumpamaan kamu dengan kaum Yahudi dan Nasrani adalah bagaikan seseorang yang mempekerjakan beberapa orang karyawan. Lalu, ia berkata kepada para karyawan itu, ‘Siapakah yang mau bekerja untukku [dari pagi] hingga tengah hari dengan mendapat upah satu qirath-satu qirath?’

Lalu kaum Yahudi bekerja hingga tengah hari dengan mendapat upah masing-masing orang satu qirath.

Kemudian orang itu berkata lagi, ‘Siapakah yang mau bekerja untukku dari tengah hari hingga waktu shalat Ashar dengan mendapat upah masing-masing orang satu qirath?’

Lalu kaum Nasrani bekerja sejak tengah hari hingga waktu ashar dengan mendapat upah masing-masing satu qirath.

Kemudian orang itu berkata lagi, ‘Siapakah yang mau bekerja untukku sejak waktu ashar hingga terbenamnya matahari dengan mendapat upah masing-masing dua qirath?’

Maka, kamulah orang-orang yang bekerja dari waktu shalat ashar hingga terbenamnya matahari dengan mendapat pahala dua qirath-dua qirath.'” Allah berfirman, ‘Ketahuilah! Kamu mendapatkan pahala dua kali lipat.’ Maka, orang-orang Yahudi dan Nasrani marah seraya berkata, ‘Bagaimana bisa terjadi, kita lebih banyak amalnya tetapi lebih sedikit pahalanya?’ Allah berfirman, ‘Apakah Aku menganiaya terhadap pahalamu barang sedikit?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Allah berfirman, ‘Itu adalah karunia Ku, Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki.'”‘

Walllahu a’lam……Hanya ALLAH yang Tahu dengan Pengetahuan yang Sempurna…

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
احْفُوا الشَّوَارِبَ وَأعْفُوا اللِّحَى
“Potonglah kumis kalian dan biarkan jenggot kalian.”

dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula:
وَفِّرُوا اللِّحَى
“Biarkanlah jenggot kalian menjadi banyak.”

Juga:
أَكْرِمُوا اللِّحَى
“Muliakanlah jenggot kalian.”

Juga:
ارْخُوا اللِّحَى
“Panjangkan jenggot kalian.”

Juga:
قَصُّوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potonglah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian.”

Banyak sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk membiarkan jenggot, dan tidak pernah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencukur habis jenggotnya, bahkan jenggot beliau menutupi dada beliau.

Dan tidak didapatkan pula adanya riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang muslim yang mencukur jenggotnya lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujuinya. Bahkan mencukur jenggot tergolong perbuatan tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Islam dan perbuatan tasyabbuh (menyerupai) wanita.

Memelihara jenggot termasuk tuntutan fitroh sebagaimana terdapat pada kurun pertama dan juga hal ini merupakan syari’at Nabi-nabi terdahulu sebagaimana merupakan syari’at Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syari’at beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah umum bagi semua makhluk dan wajib bagi mereka untuk melaksanakannya hingga hari kiamat. Allah telah berfirman mengenai Nabi Musa dan saudaranya Harun ‘alaihimas salam serta kepada kaumnya Bani Israil ketika mereka menyembah anak sapi,

وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَارُونُ مِنْ قَبْلُ يَا قَوْمِ إِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهِ وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَنُ فَاتَّبِعُونِي وَأَطِيعُوا أَمْرِي (90) قَالُوا لَنْ نَبْرَحَ عَلَيْهِ عَاكِفِينَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَى (91) قَالَ يَا هَارُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوا (92) أَلَّا تَتَّبِعَنِ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِي (93) قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي (94)

“Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta’atilah perintahku”. Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”. Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?” Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”.” (QS. Thoha : 90-94)

Maka lihatlah, memelihara jenggot adalah sesuatu yang disyari’atkan pada syari’at Nabi Musa dan Harun ‘alaihimas salam. Kemudian Nabi Isa ‘alaihis salam membenarkan ajaran yang ada pada Taurat, maka lihyah (jenggot) juga merupakan syari’at Nabi Isa ‘alaihis salam. Mereka semua (Nabi Musa, Harun dan Isa) adalah para rasul Bani Israil yaitu Yahudi dan Nashrani.

Jadi, tatkala orang Yahudi dan Nashrani meninggalkan memelihara jenggot, maka mereka telah salah (rusak) sebagaimana mereka telah rusak tatkala meninggalkan ajaran tauhid dan syari’at Nabi-nabi mereka.

Mereka juga telah menggugurkan perjanjian yang seharusnya mereka ambil yaitu untuk mengimani Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam….

Siapa saja dari Yahudi dan Nashrani yang kembali pada ajaran yang sesuai dengan syari’at setiap Nabi, di antaranya adalah memelihara jenggot, maka kita tidaklah menyelisihi mereka dalam hal ini karena mereka telah kembali kepada sebagian kebenaran…

Sebagaimana pula kita tidaklah menyelisihi mereka jika mereka kembali pada tauhid dan kembali beriman kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan jika memang mereka beriman, kita akan menolong (menguatkan) mereka dan memujinya disebabkan keimanan ini serta kita akan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Kemudian saya menukilkan apa yang kami dapatkan dalam ALKITAB


Imamat 19:27 Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah engkau merusakkan tepi janggutmu.

Imamat 21:5 Janganlah mereka menggundul sebagian kepalanya, dan janganlah mereka mencukur tepi janggutnya, dan janganlah mereka menggoresi kulit tubuhnya.

Jelas sangat perintah ini telah dihilangkan oleh gereja, padahal Nabi Isa AS tidak pernah menghapus Taurat dan kitab para Nabi terdahulu.

Matius 5
5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SELAMA BELUM LENYAP LANGIT & BUMI INI, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Bahkan Sang Nabiullah pun memerintahkan para pengikutnya untuk mengikuti hukum Taurat

Matius 23
23:2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Dalam kitab lain pun diperjelas jika Nabi Isa tidak pernah menghapus kitab Taurat; kitab para Nabi terdahulu:

Lukas 16:17 LEBIH MUDAH LANGIT & BUMI LENYAP dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Dan ajaran yg hilang ini kembali diingatkan oleh Qur’an jika para Nabi terdahulu memang berjanggut.

Qs.20 Thaahaa:94. Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang JANGGUTKU dan jangan kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata: “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”.


dalam Mazmur juga dikatakan jenggot milik Nabi Harun alaihissalam

Mazmur 133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Semoga kaum muslim tidak membenci ajaran PARA NABI ini,berdasar ayat Qur’an:

Qs.47 Muhammad:9. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah lalu Allah menghapuskan amal-amal mereka…

Sumber 1:http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=32

Sumber 2:http://rumaysho.wordpress.com/2009/02/02/jenggot-ajaran-nabi-shallallahu-‘alaihi-wa-sallam-yang-terzholimi/